Cara memverifikasi file dengan SHA-256
- Pilih File lalu seret file unduhan ke area unggah, atau pilih Teks untuk meng-hash sebuah string.
- Tunggu progress bar untuk file besar. SHA-256 muncul di urutan teratas hasil, disorot, bersama nama dan ukuran file.
- Tempel checksum resmi ke kotak pembanding. Pesan hijau Cocok menandakan file utuh, sedangkan pesan merah berarti file berbeda.
- Salin hash-nya dengan tombol salin jika Anda perlu mencatat atau membagikannya.
Fitur
- SHA-256 di urutan pertama dan disorot, dengan SHA-384, SHA-512, SHA-1, dan MD5 di bawahnya.
- Dihitung oleh Web Crypto, mesin hashing yang sudah tertanam di browser modern.
- Verifikasi checksum yang mengabaikan spasi dan huruf besar/kecil, serta memberi tahu algoritma mana yang cocok.
- Mode teks dan file, dengan seret dan lepas untuk jenis file apa pun.
- Dukungan file besar dengan progress bar dan peringatan di atas 100 MB.
- Output huruf besar atau kecil, dengan tombol salin di setiap baris.
Mengapa verifikasi SHA-256 di Fileora
Inti dari verifikasi checksum adalah tidak memercayai apa pun selain matematika, termasuk alat yang dipakai untuk memeriksanya. Fileora tidak pernah menerima file Anda: browser membacanya secara lokal dan meng-hash-nya dengan implementasi Web Crypto miliknya sendiri. Installer pribadi, kontrak yang sudah ditandatangani, dan backup tetap di perangkat Anda, dan pemeriksaan tetap berjalan meskipun Anda offline setelah halaman dimuat.
Tanpa biaya, tanpa akun, dan tanpa batas jumlah file yang diperiksa. Bisa juga dipakai di HP, praktis untuk memastikan paket aplikasi atau file firmware yang Anda unduh ke ponsel.
Alat terkait: pembuat MD5 untuk halaman unduhan lama yang hanya mencantumkan MD5, pembuat hash untuk melihat kelima algoritma berdampingan, dan decoder JWT untuk token yang ditandatangani dengan HS256 atau RS256, yang keduanya memakai SHA-256 di dalamnya.
Mengecek SHA-256 lewat command line
Jika Anda lebih suka terminal, semua sistem operasi utama juga bisa menghitung SHA-256, dan hasilnya harus identik dengan yang ditampilkan di sini:
- Windows (PowerShell):
Get-FileHash file.isomemakai SHA-256 secara bawaan. - macOS:
shasum -a 256 file.iso - Linux:
sha256sum file.iso
Linux dan macOS mencetak hash diikuti nama file. Tempel hanya 64 karakter hash-nya ke kotak pembanding.
Apa yang membuat checksum bisa dipercaya
Checksum hanya membuktikan bahwa file Anda sama dengan file yang dipakai untuk membuat checksum itu. Jika penyerang mengganti file sekaligus checksum-nya di situs yang sudah dibobol, keduanya tetap akan cocok. Jadi ambillah checksum dari sumber resmi, idealnya halaman HTTPS atau catatan rilis yang ditandatangani, dan jangan dari mirror yang sama tempat Anda mengunduh file. Inilah juga alasan SHA-256 lebih diutamakan daripada MD5: dengan MD5, penyerang bisa menyiapkan file berbahaya yang checksum-nya sama dengan file asli.